debu – debu, sebelum maghrib

percuma kita simpan percakapan ini
jika kelak kau jemur di bawah rembulan
lalu aku kau suruh panggil kalong bersayap jingga
agar menari mencium wangi daun yang gugur di malam hari
mencumbu kepul asap langit
di retak tanah kering kita menulis ” kerap teringat ”
pertama bertemu selepas azan subuh
dan pagi menganga melihat kita memegangi tangan yang terluka
kemudian luka itu, oh ..
kita mengenang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s